Indonesia Tidak Kalah.

Blogpost kali ini gw bikin dalam Bahasa Indonesia. Karena memang lebih tepat dengan bahasa sendiri untuk membahas Indonesia. Kenapa gw tiba2 bikin blogpost begini? Well, orang Indonesia yang baca ini pastinya dah pada ngerti klo Indonesia baru saja menjadi runner-up Suzuki AFF Cup. Pada leg pertama final Indonesia dihajar 3 gol tanpa balas oleh Malaysia, dan di leg kedua barusan dengan susah payah kita mengalahkan Malaysia dengan skor 2-1. Tetapi kemenangan barusan tidak bisa menghindarkan kita dari kenyataan bahwa skor agregatnya adalah 4-2 untuk Malaysia.

Begitu gw ngetik blogpost ini, Timnas Indonesia lagi turun dari podium, sehabis mendapatkan gelar Runner-Up mereka. Dan Malaysia naik ke podium untuk mendapatkan medali juara dan mengangkat piala. Jujur, gw sedih, dada gw beneran sesek. Gw mau nangis, tapi malu ama temen2 gw di sini. Piala itu sudah sangat dekat dengan Timnas Indonesia, tapi kemudian tidak dapat kita genggam.

Setelah dikalahkan 3-0 di leg pertama, suporter Indonesia tidak mengendurkan dukungan kepada Timnas. Bahkan hari ini, selama permainan terpampang #Garudafightsback sebagai salah satu trending topic di Twitter. Akhirnya memang kita tidak dapat memenangkan piala Suzuki AFF, tetapi satu hal, seperti disampaikan Pandji Pragiwaksono, tidaklah salah kita meminta Timnas untuk fight back, untuk melawan kembali. Karena Alfred Riedl dan pemain Timnas Indonesia membayar lunas kepercayaan kita. Mereka benar-benar FIGHT, bertarung, berjuang, habis-habisan.

Gw bukanlah fans hebat Timnas yang bela-belain dateng ke Gelora Bung Karno untuk meneriakkan kata-kata semangat untuk Timnas. Gw cuma bisa ngtwit doang tadi sembari nonton di lantai 3 Teknik Perminyakan ITB. Gw sempat kesal dengan twit-twit bernada pesimis. Bukan apa-apa, gw ga tau apa yang ada dalam pikiran mereka, tapi buat gw, mereka seperti tidak menghargai perjuangan Timnas di lapangan. Para pemain timnas berjibaku sekuat tenaga dan pikiran mereka, dan gw yakin, yang mereka minta dari suporter cuma satu, SEMANGAT. Tapi gw ikut kecewa saat kesempatan penalti tidak berbuah gol, terdiam saat kita kebobolan, untuk kemudian berteriak bahagia saat Nasuha menyamakan kedudukan, serta melompat kegirangan saat Ridwan membuat kita unggul 2-1 dengan tendangan kerasnya di menit-menit akhir permainan.

Seperti kata Bambang Pamungkas, enam kemenangan dari total tujuh laga belum bisa membawa piala itu ke Indonesia. Dan benar, bahwa kita hanya bisa menang saat bermain di Indonesia. Tapi itu sekarang, sebuah hal yang baik bukan? Rekor kemenangan sempurna di kandang. Jika Timnas terus berbenah dan berkembang, kemenangan tandang bukanlah sekedar impian.

Gw cuma pengen bilang Terima Kasih untuk Alfred Riedl dan para pemain Timnas, serta selamat untuk Firman Utina sebagai Most Valuable Player Suzuki AFF Cup 2010. Kalian inspirasional, Indonesia kalian bawa menjadi satu, semboyan luhur Bhinneka Tunggal Ika kalian buat jadi nyata lewat perjuangan kalian. Gw pikir, titel pahlawan cukup layak disematkan di dada kalian bersandingan dengan lambang Garuda itu. Akhir pertandingan final barusan, merupakan momen kemenangan untuk Malaysia, tapi buat gw, itu merupakan momen kebanggaan untuk Indonesia. Para pemain Timnas boleh pulang dengan kepala tertunduk, wajar, tapi kami dengan semangat kami akan menegakkan kembali dagu kalian sembari berkata, “Kalian membuat kami bangga”. Gw pribadi ga akan melupakan malam ini, 29 Desember 2010, malam di mana Indonesia bersatu dalam semangat sportivitas, dan malam di mana Timnas Indonesia membayar lunas ekspektasi para pendukungnya dengan FIGHT, BERJUANG sampai peluit panjang tanda permainan berakhir dibunyikan.

Indonesia memang tidak belum juara. Tapi buat gw, INDONESIA TIDAK KALAH.

Advertisements