voidness…

sendiri…lagi…

kemudian datang sepi menemani…

senyum, tawa, dan bahagia menjadi harta…

terpendam dalam…tertutup awan kelam…

takdir bagai tembok dingin menghadang…
tanpa emosi…tegar menantang…

maka aku adalah kurcaci di hadapan raksasa…
penguasa manusia yang dipuja-puja…
memberiku makan…lalu menusuk dari belakang…
luka-luka disembuhkan…hanya untuk dibasuh air garam…

begitu perih hingga realita kembali menyapa…
dan aku terbangun…kosong, tanpa siapa-siapa…

Advertisements

2 comments

  1. Felicia · July 1, 2009

    kk, kalo luka2nya udah sembuh, dibasuh air garam ga bakal terasa sakit donk :p
    hehe…
    lagi puitis kali kk yvan inih…

  2. cyanthrisvain · July 1, 2009

    haha…kan maksudnya blom sembuh bener gitu…cuma dapet kata2nya begitu…namanya juga permainan metafora…kekekekekek…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s